My second blog

Dearest all my reader,

There is a long time since my last article in this blog..

Now, i have a good news for you all..

I also write another blog with the focus on fashion, trends, and lifestyle..

check my other blog, dear.. 😉

alwaystrendy.wordpress.com

Futuristic and Modern Contemporer Japan

Dikenal sebagai Negeri Sakura, Negara Matahari Terbit, dan berbagai sebutan lainnya, Jepang memiliki banyak daya tarik yang selalu megundang turis domestik maupun Internasional untuk datang ke sana. Negara kepulauan yang terletak di Asia Timur ini memang dikenal dengan kebudayaannya yang kental, namun kehidupan modernnya pun tidak kalah tenar.

Di dunia modern, Jepang  dikenal sangat kontemporer dalam mengekspresikan apapun, selalu berani tampil beda dan unik, dan tidak ragu untuk berkreasi. Dalam wisata kali ini, kita akan menjelajah berbagai tempat yang menonjolkan ciri futuristik di setiap pojokan Jepang.


Odaiba

Odaiba merupakan pulau buatan yang terletak di Teluk Tokyo. Pulau ini terhubung langsung ke pusat kota Tokyo melalui Jembatan Rainbow. Odaiba merupakan salah satu tempat wisata terkenal di Tokyo. Yang menjadi ciri futuristik dari Odaiba ialah Gedung Fuji TV yang bagian atasnya berbentuk seperti bola besi melayang. Di samping itu, bila kita ingin melihat patung Liberty namun tidak mampu datang ke Amerika, kita bisa melihat Patung Liberty mini di Odaiba.

Bila ingin berbelanja di Odaiba, salah satu pusat perbelanjaan favorit di sana ialah Palette Town. Di dalam Palette Town ini sendiri terdapat kompleks perbelanjaan dan taman hiburan. Bagi para wanita yang gemar belanja, kompleks ini menyediakan “Venus Fort” yaitu tempat makanan yang ditujukan bagi wanita. Harga yang diberikan memang agak mahal, namun worth untuk melihat dekorasi luar biasa di dalamnya.


DisneySea Tokyo

Taman hiburan ini terletak di Tokyo Disney Resort, tepatnya di Urayasu, Prefektur Chiba, Jepang. Di dalam DisneySea terdapat 7 tema berbeda yang memiliki keunikan masing-masing. Dimulai dari pintu masuk yang terletak di Mediterranean Harbor, kemudian dibagi lagi menjadi 6 tema berbeda, yaitu American Waterfront, Lost River Delta, Port Discovery, Mermaid Lagoon, Arabian Coast dan yang terakhir, Mysterious Island.

Namun, perlu dibedakan bahwa DisneySea itu berbeda dengan Disney Land. Kita bisa menemukan Disney Land di beberapa negara di dunia, namun DisneySea hanya ada 1 di Tokyo. Permainan yang ada di dalamnya pun berbeda-beda, tergantung dari tema apa yang kita pilih dari 7 tema yang ada.

Kita bisa memilih permainan Tower of Terror, Electric Railway, atau Big City Vehicles di tema American Waterfront. Di tema kedua, Arabian Coast, ada pilihan Sinbad’s seven voyages, The Magic Lamp theatre, dan Caravan Carousel. Lalu ada wahana Indiana Jones-The temple of crystal skull serta ragging spirits di Lost River Delta. Kita bisa menikmati Venetian Gondolas, Disneysea transit steamer liner, serta Bravi seamo di Mediterranean Harbor. Dan atraksi menarik lainnya di tiap tema pilihan kita.


Akihabara

Sebagai salah satu kota tertua di Jepang, Akihabara merupakan salah satu kota wajib kunjung bila kita datang ke Jepang. Kota yang biasa disebut Akiba ini merupakan salah satu pusat perbelanjaan dan pusat dari anime, manga, doujinshi, serta komputer di Jepang. Maka dari itu,  kota ini kerap kali disebut sebagai surganya otaku di bidang anime, manga, dan permainan video.

Namun, bila kita telusuri lagi, di sinilah pusatnya dunia futuristik Jepang berkembang. Di kota inilah para pecinta anime bebas meniru para anime idolanya. Maka jangan heran bila saat sedang berkeliling kita bisa mendadak bertemu tokoh anime idola, bahkan sama persis dengan apa yang kita bayangkan. Kota ini benar-benar menyediakan segala keperluan aksesoris, kostum, dan berbagai perlengkapan anime, juga berbagai kebutuhan elektronik jenis apa pun.


Shibuya

Shibuya merupakan salah satu distrik khusus di Tokyo, selain itu, stasiunnya juga merupakan stasiun tersibuk pertama di Jepang. Bila berkunjung ke Shibuya, kita tidak boleh melewatkan patung Hachiko yang saking terkenalnya difilmkan di Hollywood.

Distrik ini merupakan distrik yang dipenuhi oleh anak muda. Banyak pertokoan, pusat perbelanjaan, dan tempat hiburan dibangun di sini. Shibuya juga merupakan salah satu pusat fashion Jepang. Bagi anak muda yang tidak ingin ketinggalan mode, tentunya harus sering mengunjungi distrik ini.


Shinjuku

Shinjuku merupakan kota terpadat di Jepang yang aktif beraktivitas selama 24 jam. Berbeda dengan Shibuya yang dipenuhi oleh anak muda, Shinjuku diramaikan oleh orang dari berbagai kalangan usia, muda hingga tua.

Bila pagi hari kota ini dihiasi dengan aktivitas perbelanjaan, malam hari kota ini siap menemani dengan lampu-lampu yang indah dan tempat-tempat “berpesta”. Di kota ini, segala sesuatu yang kita inginkan tersedia. Hanya tinggal tahan atau tidaknya kita menjelajah tiap toko untuk mencari apa yang kita inginkan.


Nakano Broadway

Nakano Broadway merupakan suatu kompleks perbelanjaan terkenal di Jepang. Tempat perbelanjaan 3 lantai ini menyediakan berbagai kebutuhan anime, manga, elektronik, hingga benda-benda kebudayaan Jepang.

Di tempat ini, kita akan merasakan sedikit persamaan dengan Akihabara, namun Nakano di dalam ruangan, dan menyediakan lebih banyak pilihan benda-benda langka. Bagi para kolektor action figure, komik, atau berbagai benda berbau Jepang, Nakano Broadway sangat direkomendasikan.

Selain berbagai tempat di atas, kita juga masih bisa melihat bangunan futuristik di Jepang, seperti apartemen, rumah, gereja, toko, dan sebagainya. Tidak berhenti di gedung, Jepang juga menunjukkan kemodernannya lewat kemajuan teknologi seperti adanya robot, mobil-mobil dengan bentuk futuristik yang diijinkan beroperasi di jalan hingga penampilan individualnya yang menakjubkan. Bila ingin melihat langsung bagaimana uniknya penduduk dan negara Jepang itu sendiri, silahkan mencoba mengunjungi di waktu libur nanti. 🙂

 

 


Crown Princess Masako Owada – Chrysanthemum Throne wishing of Male Heir

Has been published in Your Magazine – January edition

 

Putri Mahkota Jepang abad 21, begitulah gelar yang disandangkan pada wanita kelahiran 9 Desember 1963 dengan nama Masako Owada. Ia terlahir di keluarga politisi, ayahnya Hisashi Owada merupakan seorang diplomat senior dan saat ini menjabat sebagai Presiden Mahkamah Internasional Jepang. Dari ibunya, Yumiko Egashira, Masako memiliki 2 adik perempuan kembar, yakni Setsuko dan Reiko.

Masa kecil hingga taman kanak-kanak Masako dihabiskan di Moskwa bersama orang tuanya. Sekembalinya ke Jepang, Ia masuk sekolah swasta khusus putri, Denenchofu Futaba di Tokyo. Di tahun ketiganya menikmati Sekolah Menengah Atas, Masako dan keluarganya kembali harus pindah, kali ini ke Amerika Serikat, karena ayah Masako harus menjadi dosen tamu di Harvard University sekaligus wakil duta besar Jepang untuk Amerika Serikat.

Kepandaian akademis Masako terlihat jelas saat Ia lulus magna cum laude untuk gelar BA di bidang ekonomi dari Universitas Harvard. Dari sana, ia meneruskan program pasca sarjana di Oxford University dengan jurusan Hubungan Internasional. Demi meraih impiannya masuk ke Departemen Luar Negeri Jepang, Masako pun sempat belajar di Universitas Tokyo untuk mempersiapkan dirinya. Masako yang tertarik dengan hubungan antar bangsas ini juga mempersiapkan dirinya dengan keahliannya menguasai Bahasa Inggriss dan Perancis, serta menguasai percakapan standar dalam bahasa Jerman, Rusia, dan Spanyol selain bahasa Jepang sebagai bahasa ibunya.

Kecintaan Masako pada dunia diplomatic membuatnya benar-benar terjun dan masuk ke dalam Departemen Luar Negeri Jepang, di mana ayahnya menjabat sebagai Direktur Jenderal dan Wakil Menteri. Selama berkarir di bidang politik, Masako telah bertemu banyak pemimpin besar dunia seperti Presiden AS Bill Clinton dan Presiden Rusia Boris Yeltsin. Masako banyak berperan dalam hubungan Jepang dengan Negara lain, seperti saat Jepang melakukan perundingan semikonduktor dengan Amerika Serikat, Ia berperan sebagai penerjemah kedua Negara. Di usianya yang baru 29 tahun, kesuksesannya sebagai semikonduktor dengan pemikiran yang tajam, Masako sukses mengangkat derajat wanita Jepang dan member peluang para wanita untuk turut serta di kancah bisnis dan politik.

Awal mula kehidupannya sebagai Putri Mahkota Jepang dimulai saat pertemuannya dengan Putra Mahkota Naruhito saat Ia tengah menjalani hidupnya sebagai mahasiswa di Universitas Tokyo pada bulan November 1986. Namun, beberapa orang mengatakan bahwa hubungan keluarga Masako dengan keluarga kerajaan lewat posisi ayahnya sebagai pendamping untuk anggota keluarga kaisar telah mempertemukan mereka sebelumnya. Sepanjang tahun 1987, Masako dan Putra Mahkota terlihat beberapa kali bersama di depan publik.

Enam tahun setelah pertemuan mereka, dan setelah usaha keras dari Putra Mahkota untuk melulukan hatinya, akhirnya Masako menerima lamaran yang diajukan Putra Mahkota. Pada tanggal 9 Juni 1993, Masako pun melangsungkan pernikahannya dengan Putra Mahkota Naruhito. Prosesi pernikahan dilakukan dengan tradisi Jepang. Beberapa minggu sebelum pernikahan pun, kericuhan mulai muncul di depan rumah Masako. Puluhan wartawan sudah menggelar tenda dan menginap di depan rumahnya demi mendapatkan foto calon istri Putra Mahkota Jepang. Sayangnya para wartawan tidak pernah bisa mendapatkan foto Masako selain foto Ia keluar rumah karena sudah dijemput keluarga Kerajaan di hari pernikahannya.

Sejak pernikahannya, Masako dijauhkan dari kegiatan politik, sesuai dengan keputusan konstitusi Jepang. Putra Mahkota pun turun tangan menyangkut keinginan istrinya untuk menjalani kehidupan sebagai seorang diplomat. Ia mengeluarkan komentar keprihatinannya atas ketidaknyamanan dan tekanan yang dialami oleh istrinya akibat pengaturan oleh Biro Rumah Tangga Kekaisaran, yang selalu mengatur kehidupan Masako setelah bergabung dengan lingkungan kerajaan.

Hal itu ternyata belum merupakan pukulan terbesar dalam hidup Masako. Sebagai Putri Mahkota dari Tahta Krisan, Masako dituntut untuk bisa memberikan keturunan Putra Mahkota bagi kerajaan Jepang. Berbagai tekanan yang menimpanya, serta ketatnya peraturan istana membuat Masako harus menanti cukup lama hingga Ia bisa melahirkan seorang putri, Putri Aiko, dengan gelar resmi Toshi no Miya, atau Putri Toshi pada tanggal 1 Desember 2001.

Dari silsilah kerajaan, keturunan Putra Mahkota Naruhito dan istrinya Masako sangatlah dinanti rakyat Jepang, karena akan menjadi penerus untuk menggantikan sang ayah, Putra Mahkota Naruhito. Namun, karena yang diberikan Masako ialah seorang Putri, timbullah ketegangan di keluarga kerajaan. Masako yang mengalami tekanan emosional karena banyaknya tuntutan untuk memberikan pewaris tahta laki-laki, serta kesulitannya dalam menyesuaikan diri dengan kehidupan sebagai anggota keluarga kekaisaran menyebabkan Ia berhenti tampil di muka public sejak tahun 2002.

Ketidakmunculannya lagi di muka publik membuat semakin banyak tekanan yang masuk, bukan hanya dari keluarga kerajaan, tapi dari berbagai pihak dan juga rakyat. Akhirnya pada bulan Juli tahun 2004, Masako didiagnosis mengalami gangguan penyesuaian (adjustment disorder), dan sedang menjalani pengobatan. Kealphaan Masako dalam setiap kunjungan kenegaraan akhirnya memaksa Putra Mahkota Naruhito untuk memberikan pernyataan pada publik untuk memaklumi kondisi istrinya yang sedang sakit. Dalam kunjungan 8 harinya ke Spanyol tanpa Masako pada 11 Juli 2008, Putra Mahkota Naruhito menyampaikan,” Saya ingin publik mengerti bahwa Masako terus berupaya secara maksimal dengan bantuan dari orang-orang di sekelilingnya. Mohon terus mengawasinya secara baik dan dalam jangka panjang.”.

Kehidupan penuh tekanan yang dialami Masako mungkin sedikit tertolong dengan lahirnya Pangeran Hisahito, putra dari adik Putra Mahkota Naruhito, Pangeran Akishino dan istrinya Putri Kiko pada 6 September 2006. Hisahito merupakan keturunan pria ketiga dalam Tahta Krisan setelah pamannya, Putra Mahkota Naruhito dan ayahnya, Pangeran Akishino.

Akan tetapi, pergumulan hidup Masako sepertinya belum berakhir. Sebagai seorang putri mahkota, banyak beban yang masih diberikan padanya walau dalam kondisinya yang tidak meungkinkan. Dalam menjalani hidup, memang selalu ada masalah yang datang dan pergi, namun percayalah, masalah yang akan datang tidak akan pernah melebihi kemampuan dari diri kita masing-masing.