Marie Antoinette – Madame Defisit

(Has been published in Your Magazine – November 2010 edition)

Siapa yang tidak mengenal Marie Antoinette. Mantan Ratu Prancis yang kerap disebut Rose of Versailles ini sangat terkenal karena hukuman Guillotine yang mengakhiri kisah hidupnya. Namun, dibalik kisah tragis yang merenggut hidupnya itu, ada sisi lain Marie Antoinette yang dianggap sebagian besar orang penyebab kejatuhannya, sekaligus kejatuhan Perancis saat itu.

Sebagai istri orang nomor satu di Perancis saat itu, Antoinette yang menikahi Louis XVI demi politik tidaklah begitu mengerti posisinya sesbagai wanita nomor satu di Perancis. DI usianya yang masih sangat muda, Antoinette pun dengan mudah terhasut oleh para bangsawan untuk selalu menikmati hidupnya secara mewah dengan berpesta setiap malam, membeli gaun mewah, sepatu baru, dan berbagai perhiasan mewah lainnya. Ia juga membangun istananya sendiri, Petit Trianon, dan sering mengadakan pesta sendiri di dalamnya. Sayangnya, untuk melakukan semua hal itu, Ia mengeruk keuangan kerajaan Perancis dari suaminya.

Kebiasaan Antoinette yang suka berfoya-foya dan gila belanja ini menyebabkan Ia mendapat gelar Madame Defisit dari rakyat Perancis saat itu. Pemborosan yang dilakukannya menyebabkan Perancis mengalami kebangkrutan hingga terjadi revolusi yang kemudian menjatuhkan Antoinette dan keluarganya.

Kisah tersebut bisa menjadi refleksi bagi kita masyarakat modern, terutama para wanita, khususnya yang dibekali kartu kredit pribadi. Kebiasaan Antoinette yang tidak bisa menahan diri dan mudah tergoda saat melihat barang yang indah baginya juga cenderung dimiliki oleh para wanita di kota-kota besar di zaman serba praktis ini.

Dalam bahasa simpelnya, Antoinette mengidap suatu sindrom senang berbelanja. Sindrom ini mungkin terdengar lucu namun besar dampaknya bagi keadaan kantong kita. Saat berbelanja, kita pasti akan merasa senang, bahkan kita bisa menghilangkan amarah dan kekesalan lewat berbelanja. Hal ini memang benar adanya, karena saat berbelanja, otak akan melepaskan zat endorphins dan dopamine yang memang sering disebut opium alami tubuh, dengan fungsi menghilangkan rasa sakit dan memberi rasa nyaman.

Hal ini sepertinya bagus bagi tubuh kita, bukan? Tapi bahayanya, ini akan menyebabkan penyakit akut di kantong kita. Kesenangan belanja, asal didukung dengan dana yang kuat, mungkin tidak menjadi masalah buat kita. Namun, bila kita merasa kaya dan memiliki uang lebih karena kartu kredit, wooo, it’s a big problem for you!!

Kartu kredit itu bukan merupakan uang lebih yang kebetulan kita miliki dan cadangan di saat kita membutuhkan. Kartu kredit merupakan hutang yang harus kita bayarkan saat waktunya tiba. Kebiasaan mengandalkan kartu kredit juga bisa menimbulkan kehancuran, sama halnya seperti Marie Antoinette mengandalkan kas kerajaan Perancis saat itu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kisah Antoinette ini juga saat ini diisukan terulang oleh Michelle Obama, istri dari Barack Obama, orang nomor satu di Amerika Serikat saat ini. Michelle menghamburkan uang sangat banyak hanya untuk keperluan berliburnya dengan anaknya. Menyertakan agen keamanan berlapis, hotel papan atas kelas dunia, pesawat Air Force kepresidenan, serta gaun-gaun mewah yang dibelinya.

Wah, membayangkannya saja sudah membuat kita senang, bukan? Kemewahan dan kemudahan mendapatkan apapun yang kita inginkan memang impian semua orang. Tapiiii….. Yup, ada tapinya, terutama bagi kita yang memiliki dana terbatas. Jangan pernah mau mendapat gelar Madame Defisit seperti Marie Antoinette. Gelar itu hanya akan menjadi aib buat kita, karena ternyata orang akan menilai kita tidak bisa mengatur pengeluaran dan cenderung boros hingga menguras seluruh kas kita, bahkan berhutang.

Untuk menghindari terjadinya defisit ataupun kehancuran di kerajaan finance kita, ada baiknya kita mulai belajar untuk mengontrol diri kita terhadap hal-hal berbau diskon, sale, limited edition, atau pun hal-hal yang menggoda mata kita namun sebenarnya tidak kita butuhkan. Dalam uaha kita mengontrol semua ini, tentulah tidak mudah. Bayangkan, Antoinette saja harus mengalami suatu musibah “kasus berlian” dahulu sebelum Ia sadar akan kesalahannya.

Namun untungnya, tidak pernah ada kata terlambat bagi kita yang mau berubah untuk melakukan hal-hal baik. Seperti Antoinette yang harus merelakan seluruh kejayaannya demi perubahan dan perbaikan Perancis, kita pun harus mengubah banyak hal dalam hidup kita untuk menghindarkan diri dari gelar Madame Defisit tersebut.

Hal termudah bisa dimulai dari saat kita berbelanja ke mall. Seringkali kita pergi ke mall dengan tujuan berbelanja keperluan bulanan, namun berakhir dengan berkantong-kantong barang sale dan diskon. Wanita mungkin cenderung ­gatal kalau melihat barang-barang bagus yang dibandrol dengan harga promosi atau harga diskon. Hal ini memang bagus kalau keadaannya kita memang membutuhkan barang-barang itu. Namun, bila kita sedang tidak membutuhkan, bahkan sudah memiliki benda serupa, dan hanya membeli karena tergiur promo, hmmm, itu suatu kesalahan besar buat Anda. Bila hal itu sudah sering terjadi pada Anda, Anda harus mulai belajar untuk merubah kebiasaan belanja Anda menjadi yang lebih baik. Ayo, ayo, para Antoinette modern, ikuti tips berikut untuk mengubah pola belanja Anda.

Stay away from the Mall or any Shopping Center

Mall dan tempat shopping merupakan racun yang sangat berbisa bagi kesehatan keuangan wanita. Bila sudah sampai ke tempat satu ini, wanita pastilah akan tergoda, minimal dengan 1 produk diskonan. Ditambah lagi kalau saat itu mood seseorang sedang buruk. Seperti sudah disebutkan sebelumnya, berbelanja dapat membuat perasaan senang. Wah, kalau sampai sudah begini keadaannya, wanita mana yang ga bakal kalap?

Minimize of buying decreasing value’s stuff

Seringkali kita membelanjakan uang kita ke benda-benda yang nilainya semakin berkurang seperti alat elektronik, gadget, dan pernak-pernik lainnya hanya demi mengikuti trend. Bahkan hampir setiap hari kita membeli barang-barang yang nilai gunanya habis, seperti makanan dan pakaian. Bila kita bisa membedakan mana yang kebutuhan dan mana yang hanya keinginan, akan lebih memudahkan kita untuk mengatur pengeluaran kita. Kita juga akan lebih bijak dalam menggunakan uang kita untuk berbelanja. Membeli barang yang harganya selalu naik seperti tanah, rumah, emas, atau berlian justru jauh lebih baik untuk investasi kita ke depan.

Make a list for buying

Membuat daftar belanjaan dapat membantu meminimalis pengeluaran kita. Hal ini disebabkan karena  bila kita mendatangi suatu tempat perbelanjaan tanpa tujuan, namun dengan dana mendukung, tanpa sadar kita akan mudah terbujuk untuk merogoh kocek kita dan membeli benda-benda yang menarik mata kita saat itu. Memfokuskan kebutuhan kita dan membawa uang secukupnya untuk daftar belanja tersebut akan membuat kita mengekang diri dari keinginan membeli yang lain-lain.

Little stuff means a lot

Jangan sepelekan benda-benda yang kecil. Sebungkus rokok sehari, atau secangkir kopi tiap pagi, cemilan sore hari, dan berbagai pengeluaran yang kita rasa kecil, jika kita akumulasikan dalam waktu setahun, bisa menjadi suatu investasi yang cukup besar. Coba Anda ingat-ingat, berapa besar uang yang Anda alokasikan untuk keperluan ini. Wah, ternyata jumlahnya cukup besar namun tidak terpikirkan oleh kita, bukan?

Credit Card is not remaining funds

Berkali-kali telah disinggung bahwa menggunakan kartu kredit berarti kita berhutang. Kartu kredit bukan merupakan uang lebih atau sisa yang kita miliki untuk berfoya-foya. Itu adalah hutang, hutang yang berbunga, dan harus dilunasi pada waktunya. Memanjakan diri dengan kartu kredit tanpa mengingat limit hanya akan membuat kita seperti Antoinette yang berujung dengan kehancuran.

Find out a friend for reminding

Saat kita benar-benar ingin menghibur diri dan berjalan-jalan ke mall, namun kita sadar bahwa kita adalah tipe orang yang tidak kuat menahan diri untuk berbelanja, ada baiknya kita mengajak teman untuk mengingatkan dan menjadi pengontrol kita saat kita mulai kalap dan ingin membeli berbagai hal yang menarik mata. Namun, teman yang kita ajak ini harus benar-benar orang yang tegas dan bisa mengingatkan kita, lho. Jangan malah mengajak teman yang memanas-manasi kita untuk terus belanja, atau malah ikutan berbelanja dengan kita. Susah-susah gampang, kan.

Make a notes for your buying, and giving yourself a gift for appreciating

Dengan mencatat setiap pengeluaran kita, kita akan terlatih untuk menyadari ke mana saja uang kita mengalir. Hal ini akan membuat kita setidaknya mulai memikirkan pengeluaran-pengeluaran tidak penting yang seharusnya bisa diminimalis bahkan mungkin dihilangkan dari daftar pengeluaran kita berikutnya. Nah, kalau kita sudah bisa melakukan semua hal itu, mulailah menghargai diri kita dengan hadiah-hadiah kecil. Ingat, jangan berlebihan, karena niat kita memang untuk menghemat, bukan malah semakin memanjakan diri kita. Hadiah-hadiah kecil sebagai bentuk apresiasi keberhasilan kita itu akan sangat berguna dalam memacu semangat kita untuk terus berusaha mengurangi hobi berbelanja kita.

Dari beberapa poin di atas, kita bisa mulai mengotrol dan mengurangi penyakit hobi berbelanja kita. Kejatuhan yang dialami karena kebiasaan memboroskan uang hingga berhutang hanya demi kesenangan diri, seperti yang dialami Antoinette, bukan merupakan contoh yang tepat untuk ditiru. Akan tetapi, kemauan Antoinette untuk berubah dan memperbaiki hidupnya, walau sudah sangat terlambat patut ditiru. Hanya saja, bedanya, kita harus segera berubah sebelum semuanya terlambat. So, selamat mencoba!!

Advertisements

2 thoughts on “Marie Antoinette – Madame Defisit

  1. mau pendapat dikit nih
    coba lihat sisi lain dari marie dan michelle obama ,,jangan dari satu sisi aja
    kenapa dia bisa begitu?
    kalau tetap mau bahas satu sisi
    setidaknya paparkan dengan seimbang antara sisi positif dan negatifnya ,

    thx 🙂
    salam damai

    1. hai dabby, thanks banget buat inputnya.. 🙂 but i made this article based on the office’s request.. 🙂 next time i will make other that is better.. 🙂 thank you..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s